28 Coffee Klaten
Pada 28 Coffee Klaten, pekerjaan berfokus pada lantai atas bangunan, di mana proyek sekaligus menghadirkan akses tangga baru yang menghubungkannya dengan lantai dasar yang sudah lebih dulu berjalan. Sebelumnya, lantai atas ini merupakan ruang lorong yang memanjang dengan kualitas penghawaan yang terbatas.
HAP Architecture membaca kondisi ini sebagai kesempatan untuk menyusun ulang bagaimana lantai atas tersebut dapat dimaksimalkan gunanya. Proyek ini juga menjadi momen bagi 28 Coffee untuk menampilkan wajah barunya, berbeda dari karakter minimalis yang selama ini dikenal, menuju ekspresi yang lebih berani dan personal.
Dari Minimalis Menuju Ekspresif
Pergeseran karakter brand ini diwujudkan lewat pemilihan material yang berani dipadukan satu sama lain. Pada beberapa sudut, detail interior dibuat lebih menonjol dan terlihat, sehingga karakter ruang tampil lebih hidup dan dinamis lewat permainan warna, tekstur, maupun cara elemen-elemen interior saling berdampingan.
Karakter playful dan jazzy yang terbentuk dari pendekatan ini diharapkan memantik rasa yang sama pada penggunanya. Ruang ini dirancang untuk mengundang ekspresi kreatif dari setiap pengunjung yang datang, sebagaimana ia sendiri lahir dari keberanian brand untuk terus bertumbuh.
Memaksimalkan Ruang
Alih-alih mempertahankan lantai atas sebagai satu ruang memanjang, area tersebut dipecah menjadi beberapa zona tanpa menggunakan dinding sebagai pembatas. Perbedaan material, posisi dan arah peletakan furnitur, serta permainan besar-kecil jendela digunakan untuk membentuk karakter masing-masing area sekaligus mengarahkan pergerakan pengunjung.
Pada sisi yang berbatasan dengan area outdoor, bukaan juga diperbesar untuk memperkuat hubungan antara ruang dalam dan luar. Kelegaan ruang tidak dicapai dengan menambah luas bangunan, melainkan dengan membiarkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam ruangan.
Kontras Sebagai Penanda
Karakter putih pada lantai dasar dipertahankan sebagai bagian dari identitas bangunan yang sudah ada. Lantai atas kemudian mengambil posisi yang berbeda.
Tangga berwarna merah menjadi elemen yang paling jelas menandai perpindahan tersebut. Bahkan sebelum menaikinya, perubahan warna ubin mulai memberi tanda bahwa karakter ruang akan berganti. Tangga kemudian menjadi penghubung sekaligus batas visual antara dua karakter yang berbeda.
Kontras ini tidak dimaksudkan untuk menghapus karakter lama, tetapi menunjukkan bahwa 28 Coffee terus bertumbuh di atas bangunan yang telah lebih dulu ada.
Yang Baru, Tidak Menggantikan yang Lama
Lantai atas 28 Coffee Klaten berangkat dari kondisi eksistingnya. Ruang yang memanjang, keterbatasan bukaan, hingga kebutuhan akses baru kemudian menjadi dasar dalam menyusun kembali ruang. Bukaan yang diperbesar, pembagian zona, permainan material, dan tangga baru menyatukan dua lantai dengan karakter berbeda dalam satu bangunan.
HAP melihat transformasi sebuah ruang tidak selalu berarti mengganti semuanya menjadi sesuatu baru dan berbeda. Terkadang, justru hal-hal yang sudah ada memiliki karakter dan cerita yang sayang untuk dihilangkan. Renovasi bisa dilakukan dengan mempertahankan bagian-bagian yang masih baik, lalu memberinya sedikit sentuhan, penyesuaian, atau elemen baru agar ruang terasa lebih segar dan relevan dengan kebutuhan saat ini; apalagi kalau yang sudah ada ini masih difungsikan dengan sangat baik.